Monday, January 26, 2009

Day 2.................. uhm..............

First of all kayaknya saya ingin banyak menghaturkan permohonan maaf karena blog yang sepertinya tidak pernah ter-update ini... ini dikarenakan kita sudah mulai sibuk dikejar deadline (again....) untuk menyelesaikan teaser cut kita di ruang editing (yes... kita sudah mulai editing)

Shooting Day 2
Sabtu, 18 January 2009

Jaya Mandala, Komplek Menteng Dalam

Lokasi sebenarnya tinggal jalan kaki dari rumah saya selama kurang lebih 30 detik tetapi crew sudah bangun rada kesiangan, ini sangat dimaklumkan karena kita saja kemarin hari Sabtu menghabiskan waktu shooting hingga jam 1 pagi. Namun pagi yang cerah dengan hiasan embun di setiap tanaman memberikan atmosfir baru lagi untuk kita melakukan principal photography.. Talent yang dishoot hari itu adalah Pak Darwin Purnomo (salah seorang guru saya sewaktu di SMA Global Jaya) yang rupanya punya bakat akting yang luar biasa... Maurits Fandoe yang berperan sebagai Giras juga memberikan performance yang tidak kalah tandingannya...

Kemang, Jl Bungur...

Di lokasi ini yang aneh-aneh mulai terjadi, Challenge demi Challenge berdatangan bertubi-tubi bagaikan ingin membuktikan kami crew film Euphoria untuk stand still strong together... masalah teknikal ini mengharuskan kita untuk menunggu selama hampir 3 jam untuk akhirnya kembali shooting normal... Bisa dibilang saya merasa sangat terhormat bkerja sama dengan crew yang mempunyai integritas problem solving yang kuat berani menghadapi tantangan apapun..

Talent pada hari pun juga memberikan kontribusi yang sangat luar biasa, Tante Cica (Lisa Dharmayanti) berperan berdampingan dengan Indri Sriwattana yang berperan sebagai Valerie memberikan performance yang menghangatkan hati kita setelah masalah yang ada... kehangatan ini terjaga hingga shooting selesai malam itu tepatnya jam 1 pagi dikarenakan akting Banjo Tasning, Ananda Moechtar dan Sefezy Fandini yang fenomenal...

Saya ingin membagikan experience kita shooting kemarin hari kedua di foto gallery dibawah ini.... enjoy !!!!


Wednesday, January 21, 2009

Shooting Day 1 !!

Wuaaah sudah lama sekali tidak ada any updates di blog ini yah... maklum kita rasanya udah kejar-kejaran sama garis khatulistiwa dalam persiapan shooting mock up trailer film kita... dalam waktu seminggu penuh dengan intensitas berjuang dengan budget sheet, bergulat dengan equipment rental, dan hadep-hadepan sama talent..... akhirnya kita shooting juga...

Sabtu, 17 Januari 2009

Shooting dimulai di Ciledug, rumah production manager kita (Alvin Pradana) dan pada saat itu pula kondisi weather kesannya meledek kita ; mendung, panas terik, hujan cuman nggak lebih dari 15 detik tapi derasnya cukup untuk ngebuat banjir selokan. Namun shooting berjalan secara sempurna, berkat kehandalan tim fotografi, art dan talent kita Panji Rahadi dan Aristo Rizbi, kita berhasil menjalani shooting with fun and excitement

Pertengahan setelah makan siang kita pindah lokasi ke Gedung NBA di Tebet tempat LandasanTerbang Films bermukim, disini kemudahan juga dapat karena memang gedung kita sendiri. Shooting berlanjut hingga jam 12 malam dimana pada waktu itu crew dan cast tampak kelelahan namun di wajah mereka tampak kepuasan bahwa kita berhasil melewati hari ini dengan hasil yang semaksimal mungkin....


Wednesday, January 7, 2009

Camera, Sound, and.......




7 Januari 2009

Di Gedung NBA (nama baru gedung dimana LandasanTerbang Films terletak) Saya, Alvin (production manager), Heppy (director of photography) dan Andra (film editor, sound recordist) mengadakan semacam technical camera and sound test di kantor. Untuk meng-konfirmasi bahwa dalam segi teknikal semua kebutuhan equipment bisa diandalkan pada saat nanti shooting untuk mock up trailer film kita.

blog ini akan terkesan teknikal sekali karena kita pengen memberitahukan segi teknikal dari produksi ini ;

Film Euphoria sudah terbayang di kepala saya untuk di-shoot menggunakan kamera film either 16mm atau 35mm, sehingga nyawa dari masing-masing karakter akan terpotret secara realistis dan juga secara geografis penonton dapat menikmati sebagaimana kamera seluloid beserta lensa-lensanya bisa mentranslasikan dunia 5 yang berbeda-beda. Namun sangat disayangkan bahwa membenahi sebuah produksi gerilya independent membuat possibility untuk menshoot film ini dengan seluloid sangatlah mustahil regarding biaya processing film mahalnya nggak kira-kira...

Panasonic HVX200A menawarkan solusi murah untuk menggapai yang ingin saya capai untuk film ini... teknologi untuk men-shoot 24p (frames per second) dan CineView Gamma yang dimiliki kamera ini sangatlah memuaskan sehingga film-look yang dicapai oleh video camera ini sangat bagus.

teknologi lens converter yang bernama Redrock Micro yang berasal dari Texas, Amerika yang dipasang di kamera kita memungkinkan untuk me-shoot film menggunakan lensa film SLR Nikon atau Canon EOS... DOP saya dan saya pun bisa mengganti-ganti lensa selayaknya kamera film 16mm/35mm Arri atau Aaton..

Setelah menjalani kamera test ini, kita jadi semakin semangat untuk mengerjakan film ini, dan saya sangat-sangat bersyukur bahwa teknologi benar-benar membantu saya untuk merealisasikan kreatifitas yang tidak ada batasnya....

"technology without creativity is nothing"

REFERENCES :

PANASONIC HVX200A

http://catalog2.panasonic.com/webapp/wcs/stores/servlet/ModelDetail?displayTab=O&storeId=11201&catalogId=13051&itemId=243668&catGroupId=34401&surfModel=AG-HVX200A&cm_sp=P2%20HD%20Promotions-_-Right%20Hand%20Promo-_-New%20Product%20AG-HVX200A

REDROCK MICRO

http://www.redrockmicro.com/





Euphoria Pictures Slideshow

Euphoria

Euphoria

Followers