Monday, December 29, 2008

The People behind Euphoria

Sudah banyaak sekali post di blog ini menjelaskan bagaimana perkembangan film kita sedang berjalan, tapi kok kayaknya belum ada perkenalan orang-orang hebat yang bergerak di belakang layar yah ? hehehe.... walaupun kurang foto tapi saya dengan sangat bangga dan terhormat saya presentasikan the crew of Euphoria !

Produser                    : Shinta Dharmayu Sunoto
Sutradara                  : Pandu Birantoro
Screenwriter              : Randi Nizar
Production Manager    : Alvin Pradana
Line Producer            : Amanda Harsono
Cinematographer       : Heppy Hardianto
Sound Reordist          : Andra Fembriarto
Art Director               : Ogam Anantyo & Alexia Cahyaningtyas
Make Up Artist           : Gisela Wina
Costume Designer      : Priska Andrini

Asst. Director 1        : Poetra Rizqy Harindra
Asst. Director 2        : Arkadius Mahindraduta
Production Asst.        : Novi Kumala

Film Editor                : Andra Fembriarto
Music Composer        : Andreas Arianto Yanuar


Presenting the new Giras


Sangat disayangkan untuk Gibran Sani, karena ada keperluan lain yang lebih mendadak maka teman kita satu ini harus meninggalkan produksi kita sebagai peran Giras. Semoga di produksi mendatang kita mendapatkan kesempatan untuk bekerjasama berkarya lagi..



Saya dengan bangga memperkenalkan Giras yang baru, yaitu Maurits Agusto Fandoe... setelah aktif lama di berbagai macam Event Organizing saya yakin ia bisa memberikan dimensi terbaru kepada karakterisasi Giras yang cukup kompleks...

Sunday, December 14, 2008

Srikandi & Dewi Amba

Minggu 14 December 2008

Di kediaman saya di Pancoran, latihan menari Jawa epik lakon Srikandi dan Dewi Amba sudah dimulai, Ananda Moechtar dan Sefezy Fandini selain memegang peran sebagai Ara dan Vanya mereka juga harus menari sebagai Srikandi dan Dewi Amba.

Nanda yang pada hari itu datang duluan langsung dipakaikan sanggul batik beserta atribut tariannya oleh Mba Dora (koreografer dari Sanggar Wayang Bharata) lalu mulai belajar tarian Srikandi jatuh, disini saya mendapatkan kesempatan untuk bermain-main dengan lensa film saya untuk memilih angle untuk mendapatkan shot-shot yang cocok nantinya. Kemudian sekitar setengah jam setelah Nanda sedang latihan, Fezy beserta Banjo dan Poetra datang. Fezy begitu menapakan kakinya di rumah juga langsung dipasangin sanggul batik juga mulai latihan separately bersama Mba Dora dan asistennya.

Di film ini ada 4 karakter utama di panggung drama Srikandi ; yaitu Srikandi diperankan oleh Ara (Ananda J. Moechtar), Dewi Amba diperankan oleh Vanya (Sefezy Fandini), Arjuna diperankan oleh Bimo (Banjo Mahendra) dan Bhisma. Saya volunteer kan diri untuk mencoba peran Bhisma, untuk merasakan seperti apa sih menari Jawa itu ? rupanya capek sekali, saya berfikir bahwa tarian jawa juga mempunyai fondasi yang sama dengan Yoga ; kelembutan yang membutuhkan energi terkuat.

Latihan yang dilakukan oleh Nanda dan Fezy akan masuk ke dalam teaser trailer kita, sebuah adegan dimana Srikandi jatuh setelah bertempur melawan Bhisma lalu dirasuki oleh Dewi Amba untuk membunuh Resi Bhisma.






Saturday, December 6, 2008

Fittings...

Sabtu 6 December 2008

Pada hari itu saya, Poetra (asisten sutradara) dan Priska (wardrobe stylist) pergi ke rumah Surya (Harris), Nanda (Ara), dan Fezy (Vanya) untuk melakukan wardrobe fitting... terus terang untuk film se-complicated ini (dealing with 5 different plots) , proses wardrobe itu berguna banget buat saya sebagai director untuk melihat langsung pallet warna masing-masing karakter, dengan melihat langsung mereka berpakaian, saya langsung bisa melihat secara 3 dimensi karakter psikologis, sosial dan body language mereka.

Wardrobe Stylist kita adalah Priska Andrini, lulusan dari LaSalle College International Jakarta yang kemudian melanjutkan studinya di London, Inggris mengambil jurusan Image Consulting.




Vanya & Bimo



Banjo Mahendra (Bimo)

Bimo adalah salah seorang penari tetap di sanggar tari yang memproduksi drama teater Srikandi. Ia tumbuh di keluarga yang menjunjung tinggi kebudayaan asing dan juga kebudayaan negara sendiri, lingkungan ini kemudian membentuk perspektif Bimo bahwa hidup melestarikan kebudayaan dan belajar kebudayaan ini adalah sebuah gaya hidup yang cool dan patut dimiliki oleh anak muda Indonesia. Bimo kemudian akan bertemu dengan Valerie (Indri Sriwattana), seorang gadis yang sedang dalam kedepresian yang sangat mendalam, Bimo yakin bahwa dia mempunyai kekuatan untuk membuat Valerie kembali tersenyum lagi.





Sefezy Fandini (Vanya)

Vanya adalah kakak Valerie. Tumbuh di keluarga yang harmonis dan terbuka, Vanya sudah bisa melihat jati dirinya sendiri sebagai seorang lesbian. Ia adalah seorang gadis yang straight forward juga peka terhadap lingkungan, kedua element ini ia pergunakan sebagai penari di drama produksi Srikandi dan juga mempengaruhi bagaimana cara dia menyayangi adiknya.




Terus terang saya sangat excited sekali mempersembahkan kedua karakter ini, kedua manusia ini adalah teman saya dan saya yakin dan percaya bahwa mereka sanggup membawa karakter Vanya dan Bimo ke level baru yang lebih euphoric !

Sunday, November 30, 2008

The Story Heard Alive




Sabtu, Nov 29 2008

Di hari sabtu yang terang terik itu di kantor kita Gedung SMAC terkumpul talent dan crew yang akan siap memproduksi film Euphoria. Wajah mereka masing-masing memancarkan sebuah energi yang kuat sekali untuk merealisasikan dan siap memasuki dunia film Euphoria. Tim produksi saling beseliweran mencoba mempertahankan rations makanan supaya acara realisasi kita ini tidak tertahan oleh perut lapar.

sekitar jam 1 siang, talent dan crew mulai duduk di meja mereka masing-masing, script mulai dibaca, dan dunia environment Euphoria tiba-tiba terbuka. Karakter masing-masing yang ditulis oleh Randi Nizar dalam sekejap hidup memberikan canda, sedih, drama, dan cinta. Script reading berjalan sangat lancar tanpa halangan (mungkin ngaret.....). Di hari ini saya berdoa supaya sebuah cerita yang ingin kita sampaikan ini akan terjadi, dan kita mempunyai energi euphoric kuat untuk membagikannya kepada penonton kita...

Back To School !!

Hari jumat kemarin tanggal 28 November 2008 saya dengan produser Shinta berkunjung kembali ke sebuah tempat yang pastinya tidak pernah kita lupakan, yaitu sekolah kita tercinta Sekolah Global Jaya, yang mungkin bertanggung jawab melahirkan talent-talent dan crew kita yang kreatif ke arena produksi film Euphoria.

Kenapa tidak ? hampir 80% dari cast dan crew kita adalah lulusan Global Jaya, teman-teman yang sudah sangat comfortable bekerja sama dengan satu dengan yang lainnya. Jadi bekerja di sebuah environment yang sudah kita kenal baik akan mem-boost kita untuk menghasilkan karya yang super bagus !! Dan pada hari itu SGJ menerima kita dengan tangan sangat terbuka, memberikan kita kemudahan dan kenyamanan sebagai seorang Alumni untuk berkarya. Yang pasti saya berterima kasih sekali kepada pak Richard F. Henry sebagai Executive Principal atas kerjasama yang bisa kita jalin untuk produksi ini..

Scene sanggar tari dan panggung drama akan di shoot di PAC Global Jaya, this will be most interesting karena sekitar 70% adegan film akan mengambil di lokasi ini.





Saturday, November 15, 2008

Srikandi dan Bharata

"Kupasrahkan hidupku di dua dunia yang berbeda, kupasrahkan hidupku kepadaMu Sang Resi Kresna, untuk menjalani yng Kau hamparkan"

dialog tersebut muncul dari script Srikandi, yang berada di dalam script film kita Euphoria.. haha lucu juga yah.. script di dalam script. Background dari tema film Euphoria adalah sebuah pragelaran drama panggung yang mengambil salah satu chapter dari salah satu epic terbesar di dunia yaitu Mahabharata dan Bharatayudha. 

Srikandi.. hmm... banyak orang menanyakan kenapa gue harus memilih Srikandi sebagai topik utama untuk film Euphoria ? well untuk menjelaskan lebih lanjut lagi, cerita Srikandi menceritakan tentang anak dari raja Drupada dan istrinya Ghandawathi yang bernama Srikandi, which is Srikandi adalah reinkarnasi dari seorang tokoh lagi bernama Dewi Amba.

Dewi Amba dan kedua adiknya menjadi putri boyongan Resi Bisma/Dewabrata, putra Prabu Santanu dengan Dewi Jahnawi/Dewi Gangga dari negara Astina yang telah berhasil memenangkan sayembara tanding di negara Giyantipura dengan membunuh Wahmuka dan Arimuka. Karena merasa sebelumnya telah dipertunangkan dengan Prabu Citramuka, raja negara Swantipura, Dewi Amba memohon kepada Dewabrata agar dikembalikan kepada Prabu Citramuka.

Persoalan mulai timbul. Dewi Amba yang ditolak oleh Prabu Citramuka karena telah menjadi putri boyongan, keinginannya ikut ke Astina juga ditolak Dewabarata. Karena Dewi Amba terus mendesak dan memaksanya, akhirnya tanpa sengaja ia tewas oleh panah Dewabrata yang semula hanya bermaksud untuk menakut-nakutinya.Sebelum meninggal Dewi Amba mengeluarkan kutukan, akan menuntut balas kematiannya dengan perantaraan seorang prajurit wanita. 

Kutukan itulah yang kemudian menjadikan dia terlahir kembali menjadi Srikandi. Cerita perwayangan selalu mempunyai versi yang berbeda-beda terutama antara India dan Tanah Jawa. Srikandi di cerita Tanah Jawa tumbuh menjadi seorang ksatria wanita yang gagah perkasa, menjadi mahir panahan dibimbing oleh suaminya sendiri yaitu Arjuna. Namun di India, Wanita tidak diperbolehkan untuk perang di Kurusetra sehingga Srikandi yang tadinya seorang gadis harus mentransformasikan dirinya menjadi seorang Ksatria pria yang gagah perkasa, menjadi partner terbaik Arjuna untuk membunuh Resi Bhisma.

Mitologi India lah yang menarik buat diangkat, bahwa Amba harus melakukan beberapa kali transformasi sebelum berhasil membunuh Resi Bhisma. Bahwa apa yang namanya Transgression Enlightment harus dialami seseorang walau terkadang hal itu terasa abnormal (Srikandi wanita harus melakukan transformasi menjadi pria) disitu gue menangkap kesan gender adalah hal yang paling invisible, kalau sebenarnya di dunia ini yang namanya gender itu nggak jelas, in every bit of man ada feminism and in every bit of girl ada machoism, tema ini sangat cocok sekali buat Euphoria.. bahwa dalam diri Srikandi ada sebuah pembersihan jiwa yang extreme untuk mendapatkan jantung Resi Bhisma... sama banget dengan apa yang dialami 5 karakter utama kita.. 


3 karakter dari film Euphoria (Ara, Vanya dan Bimo) adalah penari. Dan untuk mendapatkan introduction, tim cast and crew film Euphoria mengunjungi Teater Wayang Orang Bharata, untuk menghisap, merasakan, dan memegang aura dari sebuah pertunjukan epic. Semoga dari little field trip ini, kita bisa belajar lagi akar kebudayaan negara kita tercinta, dan mempresentasikan yang terbaik dari yang terbaik untuk penonton film kita nantinya....









Sunday, November 2, 2008

The 5 elements of Euphoria

Ini 5 cerita yang akan kita explore dan suguhkan... tidak jauh dari realita kehidupan sendiri.... hehehe :

GIRAS

Giras adalah seorang seniman (pelukis) yang baru lulus kulliah seni rupa. Hari-harinya ia isi dengan mengurung diri di kamar dan melukis, karena ia memandang dirinya sebagai seorang seniman, dan baginya pekerjaan seorang seniman adalah melukis. Orang tuanya yang melihat anak mereka yang sangat membatasi kegiatannya memutuskan untuk mendorongnya keluar dari kamar. Mereka bahkan memberikan ultimatum bahwa Giras harus mencari pekerjaan yang pasti atau kembali kuliah mengambil jurusan yang dapat memberinya pekerjaan. Giras yang tidak ingin kembali sekolah akhirnya memutuskan, walaupun dengan sangat enggan, untuk bekerja dengan omnya, seorang concept artist teater, di sebuah produksi drama yang mengangkat cerita Srikandi.

Pada awalnya Giras tidak bekerja sepenuh hati, karena ia menganggap seorang pelukis tidak seharusnya bekerja sebagai concept artist. Tapi dengan berjalannya produksi, ia menemukan bahwa ia sangat berbakat dalam pekerjaannya. Kemampuannya untuk memvisualisasikan ide-ide di dalam drama tersebut sangat bagus, bahkan lebih baik dari sutradara drama itu. Ia dapat membayangkan dengan jelas segala aspek dari drama itu, mulai dari kostum, background dan properti panggung, hingga gerak-gerik para pemain. Omnya bahkan sempat melontarkan komentar bahwa seharusnya Giraslah yang menyutradarai drama tersebut. Namun ia terlanjur jatuh cinta dengan pekerjaannya dan memutuskan untuk terus bekerja di belakang sang sutradara. Pada akhirnya, realisasi drama Srikandi berpedoman kepada ide-ide yang sebagian besar berasal dari Giras. His fingerprints are all over the production.

Cerita Giras menunjukkan bahwa kepuasan datang dari mewujudkan potensi yang dimiliki oleh seseorang.

 

HARRIS

Harris adalah seorang lulusan sekolah bisnis yang bekerja di sebuah foundation milik bapaknya yang membiayai proyek-proyek kesenian. Ia tidak menyukai pekerjaan yang diberikan bapaknya dan ia merasa terjebak. Hidupnya telah direncanakan oleh bapaknya dan ia tidak memiliki kendali atasnya. Suatu ketika, sebagai seorang akuntan ia ditugaskan untuk menginvestigasi produksi drama Srikandi yang dibiayai oleh foundation tempat ia bekerja. Produksi drama tersebut dianggap tidak berjalan dengan efektif dan sang pemilik foundation berencana untuk mencabut pembiayaan.

Selama proses investigasinya, Harris menemukan ketertarikan kepada dunia teater. Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana para crew produksi itu bekerja dengan keras dan tulus. Ia meyakini bahwa drama ini akan berhasil. Keyakinannya dibantah mentah-mentah oleh bapaknya, walaupun sang bapak sendiri belum pernah melihat proses kerja produksi drama tersebut. Namun Harris tidak patah semangat dan dengan pengetahuan bisnisnya, ia membantu produksi drama tersebut dan ia akhirnya dapat membuktikan bahwa pendapat bapaknya salah – drama Srikandi memang berhasil.

Cerita Harris menunjukkan bahwa kepuasan datang dari mencapai sesuatu walau lingkungan sekitarnya menentang dengan keras.

 

BAGAS

Orang tua Bagas meninggal karena sebuah kecelakaan yang tragis. Untuk membiayai hidupnya dan adiknya yang masih sekolah di bangku SD, ia bekerja sebagai janitor di gedung tempat di mana produksi drama Srikandi berlangsung. Hidup Bagas terfokus dalam usahanya untuk tetap menyekolahkan adiknya. Terkadang ia merasa frustrasi karena semua impian yang ia miliki harus diredam.

Dulunya, ibu Bagas sering menceritakan dongeng sebelum tidur kepada adiknya. Cerita favoritnya adalah cerita tentang Srikandi. Bagas mencoba untuk menggantikan peran ibunya dalam mendongeng, tetapi tidak berhasil. Adiknya tidak bisa tidur senyenyak dulu. Ketika menyadari bahwa gedung tempat ia bekerja akan menggelar drama tentang Srikandi, ia mencoba membawa adiknya untuk menonton latihan yang diadakan setiap harinya. Namun usaha ini dilarang, karena produksi drama ini adalah sebuah produksi tertutup. Pada akhirnya, dengan bantuan seorang penari yang bersimpati kepadanya, Bagas berhasil menyelundupkan adiknya untuk menonton gladi resik drama itu. Melihat cerita favoritnya hidup di depan matanya, sang adik tersenyum bahagia sekaligus terharu karena teringat akan ibunya yang dulu sering mendongengkan cerita tersebut kepadanya.

Cerita Bagas menunjukkan bahwa kepuasan datang dari membahagiakan orang lain.

 

VALERIE

Seorang lulusan universitas ternama di luar negeri, Valerie yang sedang berlibur sudah tidak sabar untuk membangun hidupnya di luar negeri. Ia sedang menjalani proses untuk memperoleh permanent residence dan berencana untuk bekerja dan menetap di luar negeri bersama pacarnya yang memang sudah tinggal di sana. Tapi sayang, sebuah konflik memperburuk hubungan negara asal Valerie dan negara di mana hidup impiannya bertempat, menyebabkan permintaan permanent residence-nya ditolak. Ia tidak bisa bekerja dan tinggal di sana. Dan keadaan memburuk karena pacarnya tidak ingin menjalani hubungan long distance (diimplikasikan juga bahwa pacarnya telah menemukan seseorang yang baru) dan memutuskan hubungan mereka berdua. Mimpi Valerie berakhir.

Untuk menghibur adiknya yang terlihat depresi, kakak Valerie yang seorang penari di drama Srikandi mengajaknya untuk menonton latihan drama tersebut. Valerie yang tadinya lebih memilih untuk berdiam diri dan tenggelam dalam kesedihannya akhirnya menerima ajakan itu setelah berkali-kali didorong oleh kakaknya. Di sana ia berkenalan dengan seorang penari pria. Dengan berjalannya waktu dan melalui perkenalan yang lebih dalam, kedua orang itu akhirnya jatuh cinta. Sang penari pria berhasil membantu Valerie untuk menanggalkan kesedihannya dan membangun mimpi yang baru.

Cerita Valerie menunjukkan bahwa kepuasan dapat datang dari tempat yang tidak terduga dan bahkan ketika semuanya terlihat suram.

 

ARA

San g pemeran utama di drama Srikandi, Ara adalah seorang wanita yang gelisah akan orientasi seksualnya. Pacarnya yang seorang laki-laki tidak dapat lagi membangkitkan gairahnya. Kegelisahannya diperburuk oleh interaksinya dengan sahabatnya sesama penari – seorang lesbian yang sudah tidak malu lagi mengakui orientasi seksualnya. Konflik di dalam dirinya terus berkecamuk. Ia takut mengakui dirinya sebagai lesbian karena menyimpang dari norma sosial lingkungannya dan konsekuensi yang akan menimpa dirinya. Namun pada akhirnya Ara akan menyadari bahwa cinta adalah sesuatu yang indah yang tidak mengenal gender atau orientasi seksual.

Cerita Ara menunjukkan bahwa kepuasan datang dari keberhasilan untuk menerima diri secara apa adanya.


this storyline is courtesy of our screenwriter Randi Pradana Nizar !

Defining Euphoria and... of course the blog idea

Euphoria kalau dilihat di kamus mempunyai arti perasaan senang, percaya diri, dan puas dalam tingkat psikologi tingkat tertinggi. Dan terkadang hal itu muncul sendiri di pikiran saya, apakah perasaan euphoria itu adalah sesuatu yang salah / abnormal ataukah perasaan Euphoria itu wajar-wajar saja sehingga kita terkadang dengan tidak menyadari akan perasaan-perasaan itu menyelimuti alam bawah sadar kita.

Yang pasti topik ini kayaknya menarik banget buat di explore dalam segi politik, ekonomi, sosial, anthropologi atau psikologis, dan yang pasti mengaitkannya dengan diri saya sebagai sutradara film. Berumur 20 tahun ke atas mungkin adalah awal perjalanan, kita baru saja dibenturkan kepada realita dan konflik kehidupan yang nggak pernah kita pikirkan sewaktu kita masih duduk di bangku SMA, bahwa kita berdiri di sudut pinggir jembatan baru saja memulai petualangan yang seru. Yang saya ingat dalam waktu itu, ide ini masih kerasa farfetch untuk diangkat menjadi sebuah film pendek atau feature... jadi selama setahun nggak pernah saya pikirin lagi.. saya move on untuk memproduksi film panjang pertama saya Truntum..

And then secara "kebetulan" saya ketemu sama kakak kelas saya waktu saya SMA saya di Sekolah Global Jaya.. namanya Shinta, rupanya punya pengalaman kerja di production house dan mulai ngobrolin lagi konsep yang pernah saya pikirkan dengan judul "Mencari Euphoria" dan kita comes up dengan 5 cerita yang berbeda... and then we thought "kenapa tidak 5 cerita ini saja sekalian dibikin ?", munculah ide untuk membuat sebuah film independent yang epic dan grand... dan kita berdua setuju untuk men-cast teman=teman kita sendiri yang sudah berpengalaman banget main film... wah exciting !

Konsep lalu diserahkan ke Randi Nizar, penulis script dan teman baik banget dari SMA juga... saya dan dia punya kecocokan visi dan misi kalau 5 cerita ini mau dibawa kemana feel dan pacingnya.. 

Munculnya blog ini adalah sebuah jurnal sutradara bagi saya, mungkin selama post ini berlangsung, gaya tulisnya bisa berbeda-beda sesuai mood saya, mungkin seru juga kalau saya bisa bagi-bagi ilmu buat temen-temen disana.. tapi juga saya sebagai sutradara pemula butuh kritik saran juga... jurnal ini bisa jad anatomi perkembangan saya sebagai sutradara film ini...

mohon bantuannya yaaah !!! dan saya exciting banget with this projek !!




Euphoria Pictures Slideshow

Euphoria

Euphoria

Followers