Ini 5 cerita yang akan kita explore dan suguhkan... tidak jauh dari realita kehidupan sendiri.... hehehe :
GIRAS
Giras adalah seorang seniman (pelukis) yang baru lulus kulliah seni rupa. Hari-harinya ia isi dengan mengurung diri di kamar dan melukis, karena ia memandang dirinya sebagai seorang seniman, dan baginya pekerjaan seorang seniman adalah melukis. Orang tuanya yang melihat anak mereka yang sangat membatasi kegiatannya memutuskan untuk mendorongnya keluar dari kamar. Mereka bahkan memberikan ultimatum bahwa Giras harus mencari pekerjaan yang pasti atau kembali kuliah mengambil jurusan yang dapat memberinya pekerjaan. Giras yang tidak ingin kembali sekolah akhirnya memutuskan, walaupun dengan sangat enggan, untuk bekerja dengan omnya, seorang concept artist teater, di sebuah produksi drama yang mengangkat cerita Srikandi.
Pada awalnya Giras tidak bekerja sepenuh hati, karena ia menganggap seorang pelukis tidak seharusnya bekerja sebagai concept artist. Tapi dengan berjalannya produksi, ia menemukan bahwa ia sangat berbakat dalam pekerjaannya. Kemampuannya untuk memvisualisasikan ide-ide di dalam drama tersebut sangat bagus, bahkan lebih baik dari sutradara drama itu. Ia dapat membayangkan dengan jelas segala aspek dari drama itu, mulai dari kostum, background dan properti panggung, hingga gerak-gerik para pemain. Omnya bahkan sempat melontarkan komentar bahwa seharusnya Giraslah yang menyutradarai drama tersebut. Namun ia terlanjur jatuh cinta dengan pekerjaannya dan memutuskan untuk terus bekerja di belakang sang sutradara. Pada akhirnya, realisasi drama Srikandi berpedoman kepada ide-ide yang sebagian besar berasal dari Giras. His fingerprints are all over the production.
Cerita Giras menunjukkan bahwa kepuasan datang dari mewujudkan potensi yang dimiliki oleh seseorang.
HARRIS
Harris adalah seorang lulusan sekolah bisnis yang bekerja di sebuah foundation milik bapaknya yang membiayai proyek-proyek kesenian. Ia tidak menyukai pekerjaan yang diberikan bapaknya dan ia merasa terjebak. Hidupnya telah direncanakan oleh bapaknya dan ia tidak memiliki kendali atasnya. Suatu ketika, sebagai seorang akuntan ia ditugaskan untuk menginvestigasi produksi drama Srikandi yang dibiayai oleh foundation tempat ia bekerja. Produksi drama tersebut dianggap tidak berjalan dengan efektif dan sang pemilik foundation berencana untuk mencabut pembiayaan.
Selama proses investigasinya, Harris menemukan ketertarikan kepada dunia teater. Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana para crew produksi itu bekerja dengan keras dan tulus. Ia meyakini bahwa drama ini akan berhasil. Keyakinannya dibantah mentah-mentah oleh bapaknya, walaupun sang bapak sendiri belum pernah melihat proses kerja produksi drama tersebut. Namun Harris tidak patah semangat dan dengan pengetahuan bisnisnya, ia membantu produksi drama tersebut dan ia akhirnya dapat membuktikan bahwa pendapat bapaknya salah – drama Srikandi memang berhasil.
Cerita Harris menunjukkan bahwa kepuasan datang dari mencapai sesuatu walau lingkungan sekitarnya menentang dengan keras.
BAGAS
Orang tua Bagas meninggal karena sebuah kecelakaan yang tragis. Untuk membiayai hidupnya dan adiknya yang masih sekolah di bangku SD, ia bekerja sebagai janitor di gedung tempat di mana produksi drama Srikandi berlangsung. Hidup Bagas terfokus dalam usahanya untuk tetap menyekolahkan adiknya. Terkadang ia merasa frustrasi karena semua impian yang ia miliki harus diredam.
Dulunya, ibu Bagas sering menceritakan dongeng sebelum tidur kepada adiknya. Cerita favoritnya adalah cerita tentang Srikandi. Bagas mencoba untuk menggantikan peran ibunya dalam mendongeng, tetapi tidak berhasil. Adiknya tidak bisa tidur senyenyak dulu. Ketika menyadari bahwa gedung tempat ia bekerja akan menggelar drama tentang Srikandi, ia mencoba membawa adiknya untuk menonton latihan yang diadakan setiap harinya. Namun usaha ini dilarang, karena produksi drama ini adalah sebuah produksi tertutup. Pada akhirnya, dengan bantuan seorang penari yang bersimpati kepadanya, Bagas berhasil menyelundupkan adiknya untuk menonton gladi resik drama itu. Melihat cerita favoritnya hidup di depan matanya, sang adik tersenyum bahagia sekaligus terharu karena teringat akan ibunya yang dulu sering mendongengkan cerita tersebut kepadanya.
Cerita Bagas menunjukkan bahwa kepuasan datang dari membahagiakan orang lain.
VALERIE
Seorang lulusan universitas ternama di luar negeri, Valerie yang sedang berlibur sudah tidak sabar untuk membangun hidupnya di luar negeri. Ia sedang menjalani proses untuk memperoleh permanent residence dan berencana untuk bekerja dan menetap di luar negeri bersama pacarnya yang memang sudah tinggal di sana. Tapi sayang, sebuah konflik memperburuk hubungan negara asal Valerie dan negara di mana hidup impiannya bertempat, menyebabkan permintaan permanent residence-nya ditolak. Ia tidak bisa bekerja dan tinggal di sana. Dan keadaan memburuk karena pacarnya tidak ingin menjalani hubungan long distance (diimplikasikan juga bahwa pacarnya telah menemukan seseorang yang baru) dan memutuskan hubungan mereka berdua. Mimpi Valerie berakhir.
Untuk menghibur adiknya yang terlihat depresi, kakak Valerie yang seorang penari di drama Srikandi mengajaknya untuk menonton latihan drama tersebut. Valerie yang tadinya lebih memilih untuk berdiam diri dan tenggelam dalam kesedihannya akhirnya menerima ajakan itu setelah berkali-kali didorong oleh kakaknya. Di sana ia berkenalan dengan seorang penari pria. Dengan berjalannya waktu dan melalui perkenalan yang lebih dalam, kedua orang itu akhirnya jatuh cinta. Sang penari pria berhasil membantu Valerie untuk menanggalkan kesedihannya dan membangun mimpi yang baru.
Cerita Valerie menunjukkan bahwa kepuasan dapat datang dari tempat yang tidak terduga dan bahkan ketika semuanya terlihat suram.
ARA
San g pemeran utama di drama Srikandi, Ara adalah seorang wanita yang gelisah akan orientasi seksualnya. Pacarnya yang seorang laki-laki tidak dapat lagi membangkitkan gairahnya. Kegelisahannya diperburuk oleh interaksinya dengan sahabatnya sesama penari – seorang lesbian yang sudah tidak malu lagi mengakui orientasi seksualnya. Konflik di dalam dirinya terus berkecamuk. Ia takut mengakui dirinya sebagai lesbian karena menyimpang dari norma sosial lingkungannya dan konsekuensi yang akan menimpa dirinya. Namun pada akhirnya Ara akan menyadari bahwa cinta adalah sesuatu yang indah yang tidak mengenal gender atau orientasi seksual.
Cerita Ara menunjukkan bahwa kepuasan datang dari keberhasilan untuk menerima diri secara apa adanya.
this storyline is courtesy of our screenwriter Randi Pradana Nizar !